Dasar Investasi

Bid-Ask Spread (Selisih Harga Beli-Jual)

Bid-ask spread adalah selisih antara harga tertinggi yang bersedia dibayar pembeli saat ini dan harga terendah yang bersedia diterima penjual saat ini untuk suatu aset.

Bid-Ask Spread (Selisih Harga Beli-Jual)

Compound vs Simple Growth Time (Years) Value Compound Simple 0 5 10 15 20

Bid-ask spread, atau selisih harga beli-jual, adalah jarak antara dua harga yang ditawarkan secara bersamaan untuk suatu aset yang diperdagangkan: bid, yaitu harga tertinggi yang saat ini bersedia dibayar oleh pembeli, dan ask (atau offer), yaitu harga terendah yang saat ini bersedia diterima oleh penjual. Rumusnya sederhana: spread = harga ask - harga bid. Karena kedua sisi jarang bertemu tepat pada satu harga, selisih ini hampir selalu ada di hampir semua pasar, mulai dari saham, obligasi, valuta asing, hingga komoditas, dan biasanya ditampilkan berdampingan dengan harga transaksi terakhir di hampir semua platform trading. Besarnya spread memberi informasi penting tentang suatu aset. Spread yang sempit, sering kali hanya sebagian kecil dari satu persen, umumnya menandakan pasar yang likuid dan aktif diperdagangkan, dengan banyak pembeli dan penjual serta pergerakan harga yang kecil - contohnya saham-saham blue chip di IDX seperti BBCA, atau pasangan mata uang utama seperti USD/IDR. Spread yang lebar menandakan sebaliknya: peserta pasar yang lebih sedikit, volume transaksi yang lebih rendah, atau ketidakpastian yang lebih tinggi mengenai nilai wajar aset tersebut, seperti pada saham lapis tiga, sebagian opsi, atau pasangan mata uang yang kurang likuid. Spread juga sering dinyatakan sebagai persentase dari harga tengah, yaitu (ask - bid) dibagi [(ask + bid) / 2], dikali 100, sehingga memudahkan perbandingan spread antar-aset dengan level harga yang jauh berbeda. Perlu diingat bahwa bid-ask spread bukanlah biaya yang dikenakan oleh broker, melainkan fenomena yang melekat pada pasar itu sendiri, yang sebagian besar dibentuk oleh kuotasi market maker dan dealer. Jika Anda membeli di harga ask lalu langsung menjual di harga bid, spread inilah biaya nyata yang Anda tanggung, terpisah dari komisi apa pun. Bagi trader yang sering bertransaksi, biaya spread yang terakumulasi bisa menjadi cukup besar dari waktu ke waktu, sehingga penting untuk memahami tingkat spread yang wajar pada aset yang diperdagangkan.

Contoh Perhitungan

Misalkan Anda membuka kuotasi real-time saham BBCA dan melihat harga bid sebesar Rp 9.750 dan harga ask sebesar Rp 9.775. Bid-ask spread di sini adalah Rp 9.775 - Rp 9.750 = Rp 25. Sebagai persentase dari harga tengah Rp 9.762,5, ini setara dengan (Rp 25 ÷ Rp 9.762,5) x 100 ≈ 0,26%. Ini adalah spread yang sangat sempit, mencerminkan saham blue chip dengan volume transaksi harian yang besar dan banyak pelaku pasar yang bersaing untuk membeli dan menjual. Sebagai perbandingan, misalkan Anda melihat saham lapis tiga yang jarang diperdagangkan dengan harga bid Rp 122 dan harga ask Rp 134. Spread-nya adalah Rp 134 - Rp 122 = Rp 12, dan sebagai persentase dari harga tengah Rp 128, ini sekitar (Rp 12 ÷ Rp 128) x 100 ≈ 9,38%, jauh lebih lebar dibanding contoh BBCA di atas. Jika Anda membeli 10.000 lembar saham di harga Rp 134 lalu langsung menjualnya di harga Rp 122, Anda akan rugi Rp 120.000 hanya karena spread, belum termasuk biaya komisi, semata-mata karena saham ini jarang diperdagangkan.

Aplikasi Praktis

Investor ritel maupun institusi menggunakan bid-ask spread sebagai indikator cepat untuk menilai biaya transaksi dan likuiditas sebelum memasang order, terutama pada saham, opsi, atau reksa dana indeks (ETF) yang kurang likuid. Jika spread suatu ETF terlihat lebar, investor mungkin memilih menggunakan order limit dibandingkan order pasar, agar tidak membeli di harga ask yang terlalu tinggi atau menjual di harga bid yang terlalu rendah. Market maker dan dealer berada di sisi lain dari spread ini: mereka terus-menerus memasang kuotasi bid dan ask secara bersamaan, memperoleh keuntungan dari selisihnya sebagai kompensasi karena selalu siap membeli atau menjual kapan saja. Ini mengkompensasi risiko mereka dalam menahan posisi (inventory) di pasar yang bergerak cepat, serta risiko berhadapan dengan pihak yang memiliki informasi lebih baik, yang dikenal sebagai risiko seleksi merugikan (adverse selection). Dalam perdagangan valuta asing, bid-ask spread menjadi sumber pendapatan utama bagi broker, karena banyak broker forex tidak mengenakan komisi terpisah dan sebaliknya menyertakan keuntungan mereka langsung ke dalam spread pasangan mata uang. Ketika membandingkan pasangan mata uang, pasangan utama seperti USD/IDR biasanya memiliki spread jauh lebih sempit dibandingkan pasangan mata uang yang kurang likuid.

Kesalahan Umum

Kesalahpahaman yang umum terjadi adalah menganggap bid-ask spread sebagai biaya tambahan yang dikenakan oleh broker. Padahal, spread adalah fenomena pasar yang dibentuk oleh permintaan, penawaran, dan kuotasi market maker, bukan pos biaya yang ditagihkan secara terpisah oleh broker, meskipun bagi investor spread tetap berfungsi sebagai biaya nyata. Kesalahan lain adalah mencampuradukkan spread yang lebar dengan volatilitas yang tinggi. Meskipun keduanya sering berkaitan, keduanya mengukur hal yang berbeda: volatilitas menggambarkan seberapa besar pergerakan harga dari waktu ke waktu, sedangkan spread menggambarkan jarak antara kuotasi beli dan jual terbaik pada satu momen tertentu. Suatu aset bisa memiliki spread lebar dengan volatilitas yang moderat, semata-mata karena jarang diperdagangkan. Trader yang sering keluar-masuk posisi terkadang meremehkan seberapa besar biaya spread yang terakumulasi dapat menggerus imbal hasil, terutama pada saham yang kurang likuid atau saat kondisi pasar bergejolak, ketika spread cenderung melebar. Setelah puluhan atau ratusan transaksi, biaya spread bisa menyaingi bahkan melampaui biaya komisi. Terakhir, sebagian orang menganggap spread yang sempit dengan sendirinya menjamin transaksi yang baik dan berisiko rendah. Spread yang sempit memang mencerminkan likuiditas yang baik pada harga terbaik, tetapi tidak menunjukkan berapa banyak volume yang tersedia di luar harga tersebut - order dalam jumlah besar tetap dapat menggerakkan harga secara signifikan meskipun spread-nya terlihat sempit.

Perbandingan

AspekBid-Ask SpreadLikuiditas (Kedalaman Order Book)
DefinisiSelisih antara harga ask terbaik dan harga bid terbaikVolume order beli dan jual yang tersedia pada dan di dekat harga terbaik
Cara mengukurHarga ask dikurangi harga bid, sering dinyatakan sebagai persentase dari harga tengahTotal volume order yang terlihat pada setiap level harga di order book
Yang ditunjukkanBiaya implisit dari transaksi yang dilakukan segeraSeberapa besar volume yang bisa ditransaksikan tanpa menggerakkan harga secara signifikan
Kegunaan umumMembandingkan biaya transaksi antar-broker, aset, atau waktu perdaganganMenilai apakah order besar bisa terisi tanpa slippage yang signifikan
Keterbatasan utamaTidak menunjukkan berapa banyak volume di luar harga terbaikSendirian tidak menunjukkan biaya eksplisit dari transaksi di harga terbaik
🎰 Global Lottery Results + Smart Number Picker
Powerball · Mega Millions · EuroMillions — 12 ways to pick numbers

FAQ

Mengapa bid-ask spread bisa melebar?
Spread biasanya melebar ketika volume perdagangan menurun, ketika semakin sedikit pembeli dan penjual yang aktif memasang kuotasi, atau ketika ketidakpastian mengenai nilai suatu aset meningkat, misalnya di sekitar rilis berita atau laporan keuangan. Market maker melebarkan kuotasi mereka untuk melindungi diri dari risiko bertransaksi pada harga yang cepat menjadi usang di pasar yang bergerak cepat atau kurang likuid.
Apakah bid-ask spread adalah biaya yang saya bayar ke broker?
Bukan, spread itu sendiri bukan biaya broker - spread dibentuk oleh pasar, melalui harga yang bersedia dikuotasikan oleh pembeli dan penjual, terutama market maker. Meski begitu, spread tetap berfungsi sebagai biaya transaksi yang nyata, karena membeli di harga ask lalu menjual di harga bid berarti Anda kehilangan sejumlah spread tersebut, terpisah dari komisi apa pun yang mungkin dikenakan broker.
Bagaimana cara menghitung persentase bid-ask spread?
Kurangi harga bid dari harga ask untuk mendapatkan nilai spread, lalu bagi dengan harga tengah (rata-rata bid dan ask), kemudian kalikan dengan 100. Misalnya, dengan bid Rp 1.000 dan ask Rp 1.002, spread-nya adalah Rp 2, harga tengahnya Rp 1.001, dan persentase spread sekitar 0,20%.
Mengapa market maker bisa meraih keuntungan dari spread?
Market maker secara terus-menerus memasang kuotasi bid dan ask sekaligus, selalu siap untuk membeli atau menjual kapan pun, sehingga menyediakan likuiditas bagi trader lain untuk bertransaksi secara langsung. Spread menjadi kompensasi atas layanan ini serta risiko yang mereka tanggung, termasuk risiko menahan posisi yang bisa turun nilainya dan risiko seleksi merugikan saat bertransaksi dengan pihak yang lebih memiliki informasi.
Apakah spread yang sempit menjamin transaksi yang baik?
Belum tentu. Spread yang sempit menunjukkan likuiditas yang baik pada harga terbaik saat ini, yang umumnya merupakan sinyal positif, tetapi tidak menjamin bahwa transaksi tersebut merupakan keputusan investasi yang baik, dan juga tidak menunjukkan berapa banyak volume yang tersedia di luar harga terbaik. Order dalam jumlah besar tetap bisa mengalami slippage meskipun berada di pasar yang secara historis memiliki spread sempit.

Istilah Terkait

Bookmarks