DCF Valuation dan Dividend Discount Model adalah dua metode utama untuk menghitung nilai wajar sebuah saham. DCF mengestimasi nilai perusahaan dari seluruh proyeksi arus kas bebas yang dihasilkan bisnis, sementara DDM hanya berfokus pada dividen tunai yang benar-benar dibayarkan kepada pemegang saham.
Perbedaan fokus ini membuat keduanya cocok untuk jenis perusahaan yang berbeda: DCF dapat diterapkan pada hampir semua perusahaan termasuk yang belum membayar dividen, sedangkan DDM hanya bermakna untuk perusahaan dengan riwayat dividen yang stabil dan dapat diprediksi.
Investor perlu memahami perbedaan ini agar tidak salah memilih metode untuk jenis saham yang sedang dianalisis.
Perbedaan mendasar ini terlihat jelas ketika menilai perusahaan teknologi yang belum membagikan dividen sama sekali — DDM akan menghasilkan valuasi nol atau tidak bermakna, sementara DCF tetap dapat menangkap nilai dari seluruh arus kas yang dihasilkan bisnis tersebut.