Bollinger Bands dan ATR (Average True Range) sama-sama tergolong indikator volatilitas, tetapi keduanya menjawab pertanyaan yang berbeda bagi trader. Bollinger Bands menampilkan tiga garis di sekitar harga untuk menunjukkan seberapa jauh harga bergerak dari rata-ratanya, sementara ATR mengukur besarnya pergerakan harga rata-rata tanpa memberi arah.
Trader sering membandingkan keduanya karena Bollinger Bands terlihat seperti alat sinyal beli/jual, padahal fungsi utamanya adalah visualisasi volatilitas, mirip ATR namun disajikan secara berbeda.
Memahami perbedaan fungsi ini penting agar trader tidak salah menggunakan salah satu indikator untuk tugas yang sebenarnya lebih cocok dikerjakan oleh yang lain.
Bollinger Bands biasanya bekerja optimal pada periode 20 dengan 2 standar deviasi, sementara ATR standar menggunakan 14 periode True Range — keduanya dapat disesuaikan tergantung instrumen dan timeframe yang digunakan trader.