Stop Loss dan Trailing Stop adalah dua jenis perintah manajemen risiko yang membantu trader melindungi modal dan mengunci keuntungan secara otomatis. Stop Loss adalah level harga tetap yang ditentukan sebelumnya, akan menutup posisi begitu harga menyentuh level tersebut tanpa berubah.
Trailing Stop bersifat dinamis, mengikuti pergerakan harga naik namun tidak pernah bergerak turun kembali, sehingga secara otomatis mengunci keuntungan saat tren terus berlanjut sambil tetap memberikan ruang bagi fluktuasi normal.
Perbedaan sifat statis dan dinamis ini membuat keduanya cocok untuk skenario trading yang berbeda tergantung kondisi pasar dan tujuan proteksi.
Untuk pemula, Stop Loss biasanya ditetapkan pada kisaran 2-5% dari modal posisi, sementara jarak Trailing Stop perlu disesuaikan dengan volatilitas aset — misalnya 1-2% untuk saham blue chip yang stabil dan 3-5% untuk aset yang lebih volatile seperti crypto.