Hammer dan Hanging Man adalah dua pola candlestick yang secara visual hampir identik — sama-sama memiliki body kecil di atas dan wick panjang di bawah — namun memiliki makna yang berlawanan tergantung pada posisi kemunculannya dalam tren.
Hammer muncul setelah downtrend dan memberikan sinyal bullish, sedangkan Hanging Man muncul setelah uptrend dan memberikan sinyal bearish. Karena bentuknya yang serupa, banyak trader pemula tertukar dalam mengidentifikasi keduanya tanpa memperhatikan konteks tren sebelumnya.
Perbandingan ini penting untuk memahami bahwa konteks pasar, bukan bentuk candle semata, yang menentukan interpretasi sinyal yang benar.
Standar umum yang digunakan trader adalah wick bawah minimal dua kali panjang body untuk kedua pola ini, meski toleransi kecil dapat diberikan jika faktor lain seperti level support/resistance dan volume turut mendukung sinyal yang terbentuk.